Risk Based Audit

    Dibaca 474 kali RBA Audit SKAI

Salah satu hal yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja dari sebuah perusahaan adalah adanya peranan efektif dan efisien dari Satuan Pengendalian Internal atau yang sering disebut dengan Internal Audit. Pemahaman yang mendalam akan sebuah proses, teknik serta langkah-langkah dalam melakukan proses audit akan memberi dampak yang positif bagi perusahaan terutama dalam meminimalkan suatu resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan. 

Internal Auditor perlu memahami paradigma baru dan Effective Risk - Based Audit agar dapat mengelola unitnya secara efisien dan efektif, serta dapat meningkatkan sumbangan nilai tambah dan membantu pencapaian kinerja manajemen.

Dengan adanya perubahan konsep pelaksanaan audit dari audit berbasis kepatuhan (Compliance Based Audit) menjadi audit berbasis risiko (Risk Based Audit), maka perlu dilakukan risk assessment (penilaian risiko) dan dilanjutkan dengan pembuatan peta risiko. Dari peta risiko tersebut akan didapatkan gambaran secara menyeluruh tentang kondisi Auditee berdasarkan risiko yang ada (profil risiko), apakah Auditee dimaksud masuk dalam kategori high, moderate to high, moderate, low to moderate atau low risk.

Aplikasi Risk Based Audit (RBA) merupakan aplikasi berbasis web yang dipergunakan untuk membantu bank dalam mengelola proses bisnis audit berbasis risiko dari pengelolaan profil risiko cabang, perencanaan audit, pelaksanaan audit, monitoring tindak lanjut, dan pembuatan Laporan Hasil Audit (LHA).

Dengan demikian audit dilakukan berdasarkan profil risiko yang ada dan audit lebih difokuskan pada Obyek Audit yang mengandung risiko tinggi, sehingga akan tercipta suatu pelaksanaan audit yang efektif dan efisien.

 Landasan Hukum

  1. Peraturan Bank Indonesia No.13/2/PBI/2011 tanggal 12 Januari 2011 Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum.
  2. Surat Edaran Nomor 13/23/DPNP Tanggal 25 Oktober 2011 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum.
  3. Surat Edaran Bank Indonesia No.13/28/DPNP tanggal 9 Desember 2011 perihal Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi bank Umum.

 

Benefit:

Implementasi aplikasi Risk Based Audit akan memberikan benefit bagi Bank, diantaranya:

  1. Aplikasi Risk Based Audit sudah terintegrasi dengan aplikasi Profil Risiko Cabang, sehingga untuk menampilkan profil risiko masing-masing cabang (Auditee) dapat dengan mudah diketahui sebagai acuan perencanaan audit.
  2. Dapat mengelola semua proses audit dan mengelola data temuan audit, sehingga tidak ada proses manual yang dilakukan di luar sistem.Aplikasi berbasis web, sehingga user dapat segera familiar dengan modul dan fitur aplikasi serta memudahkan maintenance bagi Bank.

 

Penjelasan Modul

Modul-modul utama pada aplikasi Risk Based Audit dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Informasi Profil Risiko merupakan modul yang berfungsi menampilkan data penilain profil risiko yang merupakan hasil integrasi data dengan database aplikasi Profil Risiko Cabang (PRC), sehingga dapat diperoleh prioritas auditable activities berdasarkan tingkatan risiko aktivitas (dari yang berisiko tinggi ke risiko rendah).
  2. Penyusunan PKAT merupakan modul yang berfungsi untuk mengelola data penyusunan Progran Kerja Audit Tahunan (PKAT).
  3. Perencanaan Audit merupakan  modul yang berfungsi untuk mengelola data perencanaan audit yang mengacu kepada PKAT yang sudah disetujui.
  4. Pelaksanaan dan Pemantauan Audit merupakan  modul  yang berfungsi untuk mengelola data pelaksanaan audit yang akan dilakukan. Dimana beberapa data-data yang terlibat di dalamnya mengacu pada data perencanaan audit yang sudah disetujui.
  5. Laporan Audit merupakan  modul  yang berfungsi untuk mengelola dan menampilkan laporan pelaksanaan audit. Dimana beberapa data-data yang terlibat di dalamnya mengacu kepada data perencanaan audit dan pelaksanaan audit.
  6. Approval merupakan tahapan persetujuan atas rencana pelaksanan audit, yang diterapkan pada proses persetujuan PKAT dan persetujuan perenacanaan audit.
  7. Penugasan merupakan tahapan penugasan terhadap tim auditor atas rencana pelaksanan audit yang sudah disetujui.
  8. Executive View merupakan modul yang berfungsi untuk menampilkan laporan hasil pelaksanaan audit yang sudah dilakukan dalam bentuk grafik yang terdiri atas laporan life cycle audit, tindak lanjut, dan jumlah temuan per risiko.
  9. User & Role Management merupakan modul untuk mengelola pengguna (user) Aplikasi dan hak aksesnya terhadap fungsi/modul.
  10. Administrasi Data merupakan modul untuk mengelola data master yang diperlukan dalam penggunaan Aplikasi, dimana setiap data-data yang terlibat di dalamnya dapat dimodifikasi sesuai keperluan yang diantaranya terdiri atas data penilaian risiko, data audit, template laporan, dll.

Share: