Opeartional Risk Self Assessment (ORSA)

    Dibaca 530 kali workshop ORSA

 

Perbankan nasional harus mengimplementasikan Kerangka Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 18/POJK.03/2016 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dalam menjalankan aktivitas perbankan. KPMR ini bertujuan agar Bank dapat menjalankan aktivitas berbasis pada risiko.

Salah satu proses KPMR adalah kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko. Dimana dalam proses ini, Bank harus memiliki kecukupan metodologi dan tool dalam melakukan identifikasi 8 risiko, melakukan pengukuran dan pengendalian risiko secara komprehensif, terintegrasi, dan terstruktur  pada seluruh unit kerja Bank. Kecukupan proses KPMR ini akan menjadi salah satu faktor keberhasilan implementasi manajemen risiko Bank.

Untuk mengimplementasikan proses KPMR ini maka diperlukan penguatan kompetensi SDM Bank  dalam mengelola 8 (delapan) risiko. Salah satu risiko besar yang memiliki kompleksitas yang tinggi adalah risiko operasional. Risiko operasional merupakan risiko yang melekat pada seluruh aktivitas perbankan dan unit kerja Bank, sehingga awareness terhadap pengelolaan risiko operasional oleh seluruh unit kerja menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Tren eksposur risiko operasional di Bank mengalami peningkatan yang signifikan pada seluruh unit kerja. Hal ini disebabkan karena kurangnya kecukupan metodologi dan tool Operational Risk Self Assessment serta kompetensi SDM dalam melakukan hal tersebut. Kecukupan Operational Risk Self Assessment yang memadai akan meningkatkan kekuatan struktur tata kelola risiko Bank.

 

Tujuan & Output Kegiatan

Tujuan Public Training Operational Risk Self-Assessment BANK  dalam implementasi KPMR adalah untuk meningkatkan kompetensi dan awareness SDM BANK dalam melakukan proses pengelolaan risiko operasional sesuai dengan ketentuan regulator, best practice dan kompleksitas usaha Bank . Sedangkan beberapa expected output yang diharapkan dari Public Training ini adalah :

  1. Pemahaman tentang Proses Manajemen Risiko
  2. Pemahaman tentang risiko operasional
  3. Pemahaman tentang metodologi dan tool self assessment risiko operasional dengan menggunaka KRI (Key Risk Indicator), RCSA (Risk Control Sel Assessment), dan LED (Loss Event Database)
  4. Bank dapat memperkuat struktur manajemen risiko dan tata kelola Bank dalam mengimplementasikan manajemen risiko operasional secara khsusus dan manajemen risiko secara umum

 

Materi Training

Training ini setidaknya akan membahas beberapa topik Operational Risk Self- Assessment (ORSA) yang meliputi:

  1. Pemahaman Kerangka Penerapan Manajemen Risiko
  2. Pemahaman Bisnis Berbasis Risiko
  3. Pemahaman Key Risk Indicator
  4. Pemahaman RCSA
  5. Pemahaman LED
  6. Simulasi Self Assesment Risiko Operasional

Share:

Produk

Kontak Kami

PT. SOLMIT BANGUN INDONESIA
Komplek Surapati Core J-2 Jl. PHH Mustofa No.39, Bandung
info@solmit.com
(+6222) 723 7667
(+6222) 8724 1411