Perbedaan Prinsip antara COBIT 2019 dan COBIT 5

    Dibaca 507 kali

COBIT (Control Objectives for Information and related Technology) merupakan sebuah kumpulan dokumentasi dan panduan yang telah digunakan oleh banyak organisasi, yang utamanya bertanggung jawab pada proses manajerial berorientasi bisnis dan berbasis teknologi. Berangkat dari kemudahan operasional yang ditawarkan, COBIT merupakan framework praktikal terbaik. Teknologi ini menggabungkan banyak konsep dan teori fundamental dari literatur akademik di bidang manajemen umum dan TI. Cobit 5 dikeluarkan pada 2012 telah menjadi standard yang banyak digunakan oleh berbagai industri sebagai standard tatakelola perusahaan mereka. Di tahun 2019 ISACA sebagai organisasi yang mengeluarkan standard COBIT telah melakukan update terhadap standart tersebut. standart tersebut disebut dengan COBIT 5 2019. Tidak seperti konsep COBIT 4.1 dengan COBIT 5 yang mengalami perubahan fundamental, konsep tatakelola COBIT 5 2019 tidak jauh berbeda dengan COBIT 5 namun ada beberapa penambahan mengikuti perkembangan dari teknologi dan bisnis yang semakin erat. Diantara penambahannya adalah terkait dengan prinsip.

Sebagaimana kita ketahui bahwa COBIT 5 berbasis pada lima prinsip, yaitu:

(1) memenuhi value para pemangku kepentingan (stakeholder);

(2) mencakup organisasi secara menyeluruh (end-to-end);

(3) menerapkan satu framework tunggal yang terpadu;

(4) memungkinkan pendekatan yang holistik;

(5) memisahkan tata kelola dengan manajemen.

 

Pada COBIT 2019 prinsip ini diperbarui. Terdapat dua sistem klasifikasi besar dimana  prinsip COBIT 5 dikategorikan ke dalam governance system dengan dua prinsip tambahan baru. Klasifikasi baru, lainnya ialah kerangka kerja tata kelola. Ada pun prinsip-prinsipnya yakni:

  • Sistem tata kelola (governance system)
    1. memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan (stakeholder); 
    2. mencakup organisasi secara menyeluruh (end-to-end); 
    3. memungkinkan pendekatan yang holistik; 
    4. memisahkan tata kelola dengan manajemen; 
    5. penerapan sistem tata kelola yang dinamis;
    6. dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. 
  • Prinsip untuk kerangka kerja tata kelola (governance framework)
    1. Berbasis model konseptual
    2. Bersifat terbuka dan fleksibel
    3. Selaras dengan standard-standard besar lainnya

Prinsip-prinsip baru pada kerangka kerja COBIT 2019 menunujukkan bahwa COBIT tidak ingin menjadi kerangka kerja kaku dan statis yang “memaksa” organisasi untuk mengikutinya apa adanya. Semangat keterbukaan, fleksibilitas dan adaptabilitas jelas dinyatakan secara eksplisit dalam prinsip-prinsip di atas. Selain itu prinsip keselarasan dengan standard-standard lain menunjukkan semangat untuk mempertahankan agar COBIT tetap dapat dijadikan sebagai payung besar yang menaungi penerapan berbagai standard teknis lain yang lebih spesifik.

Share: