Strategi Anti Fraud (SAF)

    Dibaca 525 kali Fraud

Aplikasi Strategi Anti Fraud (SAF) merupakan aplikasi berbasis web yang dipergunakan untuk membantu bank dalam upaya menerapkan starategi anti fraud yang merupakan wujud komitmen manajemen Bank dalam mengendalikan Fraud yang diterapkan dalam bentuk sistem pengendalian Fraud. Strategi ini menuntut manajemen untuk mengerahkan sumber daya agar sistem pengendalian Fraud dapat diimplementasikan secara efektif dan berkesinambungan.

Walaupun pencegahan Fraud telah dilaksanakan Bank, antara lain melalui penerapan Manajemen Risiko dan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) yang baik, namun masih diperlukan upaya peningkatan agar pencegahan Fraud tersebut benar-benar menjadi fokus perhatian dan budaya di Bank pada seluruh aspek organisasi, baik oleh manajemen maupun karyawan.

Efektifitas pengendalian Fraud dalam bisnis proses merupakan tanggung jawab pihak manajemen, sehingga diperlukan pemahaman yang tepat dan menyeluruh tentang Fraud oleh manajemen agar dapat memberikan arahan dan menumbuhkan awareness untuk pengendalian risiko Fraud pada Bank.

Landasan Hukum

  1. Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/27/PBI/2012 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum
  2. Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/1/PBI/2011 tanggal 5 Januari 2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum
  3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8/POJK.03/2014 tanggal 11 Juni 2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
  4. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/28/DPNP tanggal 9 Desember 2011     Perihal : Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Bank Umum

 

Benefit

Implementasi aplikasi Strategi Anti Fraud akan memberikan benefit bagi Bank, diantaranya:

  1. Mempermudah bank dalam menerapkan strategi anti fraud.
  2. Untuk kebutuhan entry data transaksi yang diambil dari core banking atau aplikasi lain dapat dilakukan dengan mudah melalui Intergasi data ETL.
  3. Mempercepat pembuatan pelaporan untuk kebutuhan internal maupun kebutuhan Regulator
  4. Dapat melakukan monitoring tindak lanjut.

Arsitektur Aplikasi (Ruang Lingkup Modul)

Penjelasan Modul

Modul-modul utama pada aplikasi Strategi Anti Fraud dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Anti Fraud Awareness merupakan modul yang berfungsi sebagai database Strategi Anti Fraud dalam meningkatkan kesadaran dari setiap seluruh stakeholder (karyawan dan pejabat) tentang potensi Fraud
  2. Identifikasi Kerawanan merupakan modul yang berfungsi untuk menampung data aktifitas perbankan yang berpotensi fraud sehingga diharapkan staff seluruh karyawan dan pejabat bank dapat memberikan perhatian pada aktifitas-aktifitas tersebut. Modul ini juga menyediakan penilaian dari pengisian kuesioner yang dilakukan oleh para pejabat dari seluruh kantor cabang dan kantor pusat.
  3. Know Your Employee merupakan modul yang berfungsi untuk mengetahui profil dan atribut seluruh pegawai bank. Modul ini digunakan untuk melakukan pencegahan dan pendeteksian kejadian fraud yang dilakukan oleh Karyawan
  4. Whistleblowing merupakan  modul  yang berfungsi sebagai media pengungkapan kasus fraud yang dilaporkan oleh karyawan, pejabat dan pensiunan  bank. Media yang digunakan adalah melalui aplikasi, SMS, dan email
  5. E-Banking Monitoring merupakan modul yang berfungsi untuk mendeteksi adanya fraud pada transaksi e-banking dan availability e-banking yaitu ATM, SMS Banking, EDC, dan internet banking. Disamping itu modul ini juga digunakan untuk menganalisis transaksi yang dilakukan oleh karyawan yang memiliki username sistem core banking yang melakukan transaksi di luar jam kerja operasional, monitoring rekening pasif, dan rekening titipan.
  6. Policy Compliance merupakan modul yang berfungsi untuk melakukan mapping antara autran BI dengan BPP Bank dan unit kerja bank yang tidak memiliki atau mengupdate BPP/.SOPnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa seluruh unit kerja bank melakukan aktivitas sesuai dengan aturan internal dan eksternal bank
  7. Monitoring Kredit merupakan modul yang berfungsi untuk memonitoring dan mendeteksi potensi dan kejadian fraud pada transaksi kredit debitur bank.
  8. Monitoring Laporan Keuangan merupakan  modul yang berfungsi untuk bahan analisis Fungsi Strategi Anti Fraud terhadap laporan keuangan bank secara konsolidasi dan cabang-cabangnya, Rencana Bisnis Bank, dan RKA
  9. Monitoring Hasi Audit merupakan modul yang berfungsi untuk mendeteksi tindak lanjut yang belum dilakukan oleh auditee terkait dengan rekomendasi atas temuan audit internal maupun eksternal
  10. Monitoring Action Plan Tingkat Kesehatan Bank merupakan modul yang berfungsi untuk mendeteksi dan memberikan warning pada setiap action plan tingkat kesehatan bank yang belum dilakukan oleh bank
  11. Monitoring Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan  modul yang berfungsi untuk menampung seluruh data kegiatan sosial perusahaan dengan memberikan warning pada kegiatan yang memerlukan perhatian khusus dan analisis laporan CSR
  12. Monitoring Inventaris merupakan  modul yang berfungsi untuk monitoring keberadaan barang inventaris bank
  13. Monitoring Pengadaan merupakan modul yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai profil pengadaan yang dilakukan oleh bank sehingga dapat dianalis hal-hal yang dapat berpotensi fraud atau kejadian fraud baik dari sisi proses pengadaan maupun dari nilai pengadaan yang perlu mendapatkan perhatian khusus
  14. Monitoring Transaksi Pasar merupakan modul yang berfungsi untuk memantau kegiatan transaksi pasar uang yang dilakukan bank
  15. Reporting & Executive View berfungsi untuk mengelola laporan mengelola laporan untuk kebutuhan internal maupun eksternal (BI) dan monitoring tindak lanjut
  16. Investigasi berfungs untuk mengelola data investigasi yang dilakukan oleh fungsi SAF terhadap hal-hal yang berpotensi dan kejadian fraud.
  17. User & Role Management merupakan modul untuk mengelola pengguna (user) Aplikasi dan hak aksesnya terhadap fungsi/modul.
  18. Administrasi Data merupakan modul untuk mengelola data master yang diperlukan dalam penggunaan Aplikasi, dimana setiap data-data yang terlibat di dalamnya dapat dimodifikasi sesuai keperluan.

Share: